03 Juni 2011

Solawat Nariyah

Solawat ini sangat populer di masyarakat Indonesia, bahkan dijadikan sebagai satu wirid di beberapa pesantren-pesantren dan majelis ta’lim. Keutamaan solawat ini, konon bagi orang yang membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat agar kesusahannya dihilangkan, niscaya akan terpenuhi.

Ada juga yang mengatakan bahwa solawat ini dapat menghancurkan musuh, seperti pernyataan seseorang di salah satu situs:

“Solawat Nariyyah kini banyak dikumandangkan oleh para Kyai dan orang-orang Islam yang mampu mengamalkannya. Do’a permohonan pertolongan kepada Alloh itu kini secara khusus ditujukan bagi rakyat Irak yang sedang mengalami kesengsaraan akibat serangan pasukan Amerika Serikat dan koalisinya.”

Mari kita renungkan dan pahami arti dari isi yang terkandung dalam solawat Nariyyah, apakah sesuai dengan aqidah Islam atau tidak.

ﺍﻠﻠﻬُﻢَّﺻَﻞِّﺻﻼَﺓًﻜََﺎﻣِﻠَﺔً،ﻮَﺴَﻠِّﻢﺴَﻼَﻣًﺎ
ﺗَﺎﻣًّﺎﻋَﻠﻰﺴَﻴِّﺪِﻧَﺎﻤُﺤَﻤََّﺪٍ،اﻠَّذِيﺘََﻨﺤَﻞُُّﺑِﻪِاﻠﻌُﻘَﺪُ،ﻮَﺗَﻧﻔَﺮِﺝُﺑِِﻪِﺍﻠﻜُﺮَﺐُ،
ﻮﺗُﻘﺿَﻰﺑِﻪِﺍﻠﺤَﻮَﺍﺀِﺞُ،ﻮَﺗُﻨَﺎﻞُﺑِﻪِﺍﻠﺮََّﻏَﺎﺋِﺐُ،
ﻮَﺤُﺴﻦُﺍﻠﺨَﻮَﺍﺘِﻢِﻮَﻴُﺴﺘَﺴﻘَﻰﺍﻠﻐﻤﺎﻢُﺑِﻮَﺠﻬِﻪِﺍﻠﻜَﺮِﻴﻢِ،ﻮﻋَﻠَﻰﺍﻠِﻪِﻮَﺼَﺤﺒِﻪِﻋَﺪَﺪَﻜُﻞِّﻣَﻌﻠُﻮﻡٍﻠَﻚَ

“Ya Alloh, limpahkanlah solawat dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengannya terlepas semua ikatan (permasalahan), terbuka semua kesulitan, terpenuhi semua kebutuhan, teraih segala keinginan dan husnul kotimah, dan dengan wajahnya yang mulia diturunkan awan (hujan). Dan juga (limpahkanlah solawat) untuk para keluarganya dan para sohabatnya, sebanyak apa saja yang Engkau ketahui.”


Dari lafaz tersebut, ada beberapa hal yang perlu dijadikan catatan, yaitu:

1. Aqidah Islam berkeyakinan bahwa Alloh adalah satu-satunya Dzat yang dapat melepaskan ikatan kesusahan, menunaikan hajat dan memberikan manusia apa yang mereka minta.

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلا تَحْوِيلا (٥٦)


Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan)* selain Alloh, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya”. {QS. Al-Isro’(17): 56}.

*) Apa yang dikatakan mereka Tuhan itu ialah, berhala, malaikat, jin dan sebagainya.


2. Bagaimana mungkin Rosululloh rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan semua kesulitan, menghilangkan semua kesusahan dan sebagainya. Padahal Alloh menyuruh beliau untuk berkata:

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (١٨٨)


Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Alloh. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” {QS. Al-A’raf (7): 188}.

Referensi: Sirotolmustaqim (jalan yang lurus), pustaka MIM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar