08 November 2011

Bahaya Syirik (Menyekutukan Alloh) dan Keutamaan Tauhid (Menunggalkan Alloh dalam Beribadah KepadaNya)

Telah banyak penjelasan yang menerangkan makna taqwa. Di antaranya adalah pernyataan Thalq bin Habib: “Apabila terjadi fitnah, maka padamkanlah dengan taqwa”. Mereka bertanya: “Apakah taqwa itu?” Beliau menjawab: “Hendaklah engkau melaksanakan ketaatan kepada Alloh, diatas cahaya Alloh, (dengan) mengharap keridhoaanNya; dan hendaklah engkau meninggalkan kemaksiatan terhadap Alloh, di atas cahaya Alloh, (karena) takut kepada siksaNya".

Ketaatan terbesar yang wajib kita laksanakan adalah tauhid; sebagaimana kemaksiatan terbesar yang mesti kita hindari adalah syirik.

Tauhid adalah tujuan diciptakannya makhluk, tujuan diutusnya seluruh para rosul, tujuan diturunkannya kitab-kitab samawi, sekaligus juga merupakan pijakan pertama yang harus dilewati oleh orang yang berjalan menuju Robbnya.

Dengarkanlah firman Alloh :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) hanya kepada-Ku.” {QS. Adz Dzariyaat (51) : 56}.

Juga firmanNya:

“dan Kami tidak mengutus seorang Rosulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Aku, Maka beribadahlah kepadaKu”. {QS. Al Anbiyaa’ (21) : 25}.

Demikian pula firmanNya:

“Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatNya disusun dengan rapi serta dijelaskan (makna-maknanya) secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Alloh) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kalian tidak beribadah kecuali kepada Alloh. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepada kalian daripada-Nya,” {QS. Huud (11) : 1-2}.

Alloh juga berfirman:

“Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Alloh dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Alloh mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” {QS. Muhammad (47) : 19}.

Saudaraku,… kalau kedudukan tauhid sedemikian tinggi dan penting di dalam agama ini, maka tidaklah aneh kalau keutamaannya juga demikian besar. Bergembiralah dengan nash-nash seperti dibawah ini:

“Dari Ubadah bin Shamit , ia berkata: “Aku mendengar Rosululloh bersabda:

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi melainkan Alloh dan bahwa Muhammad adalah Rosululloh (niscaya) Alloh akan mengharamkan Neraka atasnya (untuk menjilatnya).” (HR Muslim no.29)

“Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb keduanya dari Ismail bin Ibrahim, Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah dari Khalid dia berkata, telah menceritakan kepada kami al-Walid bin Muslim dari Humran dari Utsman dia berkata, “Rosululloh bersabda:

“Barangsiapa meningggal sedangkan dia mengetahui bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Alloh, niscaya dia masuk surga.”
(HR. Muslim no. 25).

Demikian juga sabdanya Rosululloh , kami petik sebagiannya:

“Dan barangsiapa yang menemuiKu dengan (membawa) dosa sepenuh bumi sekalipun, namun dia tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan menemuinya dengan membawa ampunan yang semisal itu” (HR. Muslim No. 2687).

Demikian pula tidak akan aneh, bila lawan tauhid, yaitu syirik; juga memiliki banyak bahaya yang mengerikan, dimana sudah seharusnya kita benar-benar merasa takut terhadapnya. Di antara bahaya syirik itu adaalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Jabir:

“Seorang Arab Badui datang menemui Rosululloh saw lalu bertanya: Wahai Rosululloh, apakah dua perkara yang pasti itu?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Alloh dengan suatu apapun, niscaya dia akan masuk Surga. Dan barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Alloh dengan sesuatu, niscaya dia akan masuk Neraka” (HR. Muslim no.93)

Firman Alloh :

“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. {QS. An Nisaa’ (4) : 48}.

“Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Alloh, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”. {QS. An Nisaa’ (4) : 116}.

Firman Alloh :

Itulah petunjuk Alloh, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Alloh, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. {QS. Al-An’am (6) : 88}.

Firman Alloh:

“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Alloh, (sedangkan) mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amalan-amalan mereka (/pekerjaannya), dan mereka kekal di dalam neraka”. {QS. At Taubah (9) : 17}.

Maka merupakan musibah jika seseorang jahil (bodoh) terhadap perkara tauhid dan perkara syirik, dan lebih musibah lagi jika seseorang telah mengetahui perkara syirik namun dia tetap melakukannya. Dengan ini hendaklah kita terpacu untuk menambah/menuntut ilmu sehingga bisa melaksanakan tauhid dan menjauh dari syirik dan pelakunya.

Tatkala kita membicarakan masalah syirik, janganlaah kita menganggap bahwa syirik itu hanya ada di kalangan orang-orang Yahudi, Nashrani, Hindu, Budha, Konghuchu dan lain-lain. Sedangkan kaum muslimin sendiri dianggap sudah terbebas dari dosa ini. Padahal tidaklah demikian. Banyak juga kalangan kaum muslimin yang tertimpa dosa sekaligus penyakit ini, baik sadar maupun tidak. Karena makna atau pengertian syirik adalah: Mempersekutukan peribadatan kepada Alloh; yakni memberikan bentuk-bentuk ibadah yang semestinya hanya dipersembahkan kepada Alloh, namun dia berikan kepada selainNya. Baik itu kepada para Malaikat, nabi, orang sholih, kuburan, patung, matahari, bulan, sapi, dan lain sebagainya. Sedangkan bentuk-bentuk ibadah (yang dipersembahkan) kepada selain Alloh itu bisa berupa: Doa, berkurban, nadzar, puncak kecintaan, puncak rasa takut dan lain-lain.

Saudaraku,…jika kita ringkaskan sebagian keutamaan tauhid diantaranya yaitu:

  1. Diharamkannya Neraka itu bagi kaum muwahhidin (ahli tauhid). Kalaupun mereka masuk neraka, mereka tidak akan kekal di dalamnya.
  2. Dijanjikannya mereka untuk masuk surga.
  3. Diberikan kepada mereka ampunan dari segala dosa.

Sedangkan di antara bahaya-bahaya syirik adalah:

  1. Diancamnya orang yang melakukan syirik akbar untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya.
  2. Tidak akan diampuni dosanya itu selama ia belum bertaubat.
  3. Gugurlah amal perbuatannya.
  4. Syirik adalah perbuatan dzolim yang terbesar.


Oleh:
(Agus Hasan Bashori, Lc).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar